my kitten
Monday, July 14th, 2008suatu hari kutemukan seekor kucing yang mungil lucu dan baik hati
dengan meooongnya yang lembut itu dia menghampiri kakiku
mengeluskan kepalanya di kakiku sambil mengeeeeooong perlahan seakan menikmati sebuah kehangatan dari kakiku…
ragu ragu kulihat kanan kiri…. kuambil ga ya? kupelihara ga ya??
lucu si… tapi….
aaaargh cueeek aja deh…. aku gendong dia di pelukanku…
Berjalan ke arah rumahku… ingin rasanya segera kubagikan kehangatan keluargaku pada kucing manis ini….
eiiit…. waiitttt up… i started to think again… will they? apa mereka mau ya ada kucing masuk rumah??
akirnya kembali keraguan merasuk pikiranku…
sampai juga nih di depan pagar rumahku… akirnya sibuk lah aku dengan mencari kotak untuk menyembunyikan kucing ini dari seisi keluargaku….
tiba tiba papa keluar dari pintu rumah dan bertanya…"kayaknya papa denger ada suara kucing?? kamu liat?"
"hmmm…ngggg… hmmmm…ngga tuh? masak si? aaaah ngga itu cuma perasaan papa aja kaliii?"
"ooo iya ya? tapi papa hampir yakin kok denger suara itu.." seraya menutup pintu dengan muka yang setengah ga percaya dengan omonganku….
…..
kupelihara lah si kucing dengan kasih sayang disertai keraguan dan ketakutan sadrnya orang rumah….
hari berganti hari
siang ganti malam
tangal 30 pun berlalu berkali kali sampe tak sadar setahun pun berlalu.. si kucing pun bertambah besar dan bertambah besar…
kali ini mau ga mau aku harus membicarakan ama orang tuaku…dan seisi rumahku…
ajaibnya tidak ada yang se terkejut sesuai bayanganku…
mereka cuma memberi petuah yaa asal aku bisa memberinya kasih… tapi bagaimanapun juga mereka pun bilang yaaa walaupun kalo suruh milih si mereka memilih untuk tidak ada kucing di dalam rumah.. tapi ini menjadi bagian dari keputusanku..sebagai pelajaran kedewasaaan buat anaknya yang bungsu ini…
berhari hari aku memikirkannya.. dan aku memutuskan kalo aku masi belum siap juga memberi makan dan minum serta hangatnya kasih kepada kucingku tadi…
dengan berat hati aku melepaskan si kucing tadi dari kotaknya…. dipandanginya aku dengan mata penuh kesedihan… seakan memohon untuk membawanya masuk ke rumah…
tak tahan melihat matanya dan suara meeongnya yang lembut aku pun menutup pintu dan menutup semua inderaku…
sambiul berkata di balik pintu kejamku itu
"i’m sorry my kitten…."